Daftar pulau di Indonesia
Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas
Tahun 1972, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memublikasikan
sebanyak 6.127 nama pulau-pulau diIndonesia.[butuh rujukan] Pada tahun 1987 Pusat Survei dan Pemetaan
ABRI (Pussurta ABRI) menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak
17.508, di mana 5.707 di antaranya telah memiliki nama, termasuk 337 nama pulau
di sungai.[butuh rujukan] Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan
Nasional (Bakosurtanal), pada
tahun 1992 menerbitkan Gazetteer
Nama-nama Pulau dan Kepulauan Indonesia yang mencatat sebanyak 6.489 pulau
bernama, termasuk 374 nama pulau di sungai.[butuh rujukan] Lembaga
Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Pada tahun 2002 berdasarkan hasil kajian
citra satelit menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 18.306
buah.[butuh rujukan]
Data
Departemen Dalam Negeri berdasarkan laporan dari para gubernur dan bupati/wali
kota, pada tahun 2004 menyatakan bahwa 7.870 pulau yang bernama, sedangkan
9.634 pulau tak bernama[butuh rujukan]
Dari
sekian banyaknya pulau-pulau di Indonesia, yang berpenghuni hanya sekitar 6.000
pulau. Di bawah ini disajikan pulau-pulau utama Indonesia:
|
|
Klik nama provinsi untuk
langsung menuju ke bagian tentang provinsi bersangkutan.
Jumlah pulau di Indonesia menurut data Departemen Dalam Negeri Republik
Indonesia tahun 2004 adalah sebanyak 17.504
buah. 7.870 di antaranya telah mempunyai nama, sedangkan 9.634 belum memiliki
nama.
|
Rekapitulasi jumlah pulau di Indonesia tahun 2004
|
||||
|
No.
|
Provinsi
|
Jumlah pulau
|
Jumlah
|
|
|
Bernama
|
Belum bernama
|
|||
|
1.
|
205
|
458
|
663
|
|
|
2.
|
237
|
182
|
419
|
|
|
3.
|
200
|
191
|
391
|
|
|
4.
|
73
|
66
|
139
|
|
|
5.
|
16
|
3
|
19
|
|
|
6.
|
43
|
10
|
53
|
|
|
7.
|
23
|
24
|
47
|
|
|
8.
|
86
|
102
|
188
|
|
|
9.
|
311
|
639
|
950
|
|
|
10.
|
1.350
|
1.058
|
2.408
|
|
|
11.
|
111
|
107
|
218
|
|
|
12.
|
19
|
112
|
131
|
|
|
13.
|
47
|
249
|
296
|
|
|
14.
|
22
|
1
|
23
|
|
|
15.
|
232
|
55
|
287
|
|
|
16.
|
48
|
83
|
131
|
|
|
17.
|
25
|
60
|
85
|
|
|
18.
|
461
|
403
|
864
|
|
|
19.
|
473
|
719
|
1.192
|
|
|
20.
|
246
|
93
|
339
|
|
|
21.
|
27
|
5
|
32
|
|
|
22.
|
164
|
156
|
320
|
|
|
23.
|
232
|
138
|
370
|
|
|
24.
|
||||
|
25.
|
310
|
358
|
668
|
|
|
26.
|
139
|
611
|
750
|
|
|
27.
|
190
|
105
|
295
|
|
|
28.
|
361
|
290
|
651
|
|
|
29.
|
||||
|
30.
|
96
|
40
|
136
|
|
|
31.
|
741
|
681
|
1.422
|
|
|
32.
|
125
|
1.349
|
1.474
|
|
|
33.
|
301
|
297
|
598
|
|
|
34.
|
956
|
989
|
1.945
|
|
|
Total
|
7.870
|
9.634
|
17.504
|
|
KERAJAAN-KERAJAAN HINDU DI INDONESIA
Agama Hindu yang dibawa dari India berpengaruh di
Indonesia. Salah satu bentuknya adalah munculnya kerajaan-kerajaan Hindu,
seperti Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Kediri, Singasari, dan Majapahit.
1. Kerajaan Kutai
Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan
Kutai didirikan sekitar tahun 400 masehi. Letaknya di tepi Sungai Mahakam,
Kalimantan Timur. Raja pertamanya bernama Kudungga. Raja yang terkenal adalah
Mulawarman. Mulawarman menyembah Dewa Syiwa. Dalam suatu upacara Raja
Mulawarman menghadiahkan 20.000 ekor sapi kepada Brahmana. Untuk
memperingati upacara itu maka didirikan sebuah Yupa. Dalam Yupa itu ditulis
berita mengenai Kerajaan Kutai.
2. Kerajaan Tarumanegara
Tarumanegara adalah kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa.
Kerajaan ini berdiri kira-kira pada abad ke- 5 Masehi. Lokasi kerajaan itu
sekitar Bogor, Jawa Barat. Rajanya yang
terkenal adalah Purnawarman. Purnawarman memeluk agama Hindu
yang menyembah Dewa Wisnu. Pada zaman Purnawarman, kerajaan Tarumanegara telah
mampu membuat saluran air yang diambil dari sungai Citarum. Saluran air
itu berfungsi untuk mengairi lahan pertanian dan menahan banjir
3. Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri terletak di sekitar Kali Berantas, Jawa
Timur. Kerajaan Kediri berjaya pada pemerintahan Raja Kameswara yang bergelar
Sri Maharaja Sirikan Kameswara. Kameswara meninggal pada tahun 1130.
Penggantinya adalah Jayabaya. Jayabaya
adalah raja terbesar Kediri. Ia begitu terkenal karena ramalannya yang disebut
Jangka Jayabaya. Raja Kediri yang terakhir adalah Kertajaya yang meninggal
tahun 1222. Pada tahun itu Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok di Desa Ganter,
Malang. Peninggalan-peninggalan Kerajaan Kediri antara lain Prasasti
Panumbangan, Prasasti Palah, Kitab Smaradhahana karangan Empu Dharmaja, Kitab
Hariwangsa karangan Empu Panuluh, Kitab Krinayana karangan Empu Triguna,
dan Candi Panataran.
4. Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari terletak di Singasari, Jawa Timur.
Luasnya meliputi wilayah Malang sekarang. Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken
Arok. Beliau memerintah
tahun 1222-1227 M. Para penggantinya adalah Anusapati (1227-1248), Panji
Tohjaya (1248), Ranggawuni
(1248-1268), Kertanegara (1268 -1292).
Beberapa peninggalan masa kebesaran Singasari antara
lain:
1. Candi Jago/Jajaghu, sebagai ma-kam Wisnuwardhana,
2. Candi Singasari dan Candi Jawi, sebagai makam
Kertanegara,
3. Candi Kidal, sebagai makam Anusapati,
4. Patung Prajnaparamita, sebagai perwujudan
Ken Dedes.
5. Kerajaan Majapahit
Puncak kejayaan kerajaan Hindu di Indonesia adalah pada
masa kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit terletak di hutan Tarik dekat delta
sungai Berantas, Mojokerto, Jawa Timur.
Raja-raja yang pernah memerintah di kerajaan Majapahit
antara lain :
a. Raden Wijaya (1293-1309)
Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya yaitu seorang keturunan penguasa
Singasari. Ketika Singasari diserang oleh Jayakatwang dari Kediri, Raden Wijaya
berhasil meloloskan diri ke Madura. Beliau minta bantuan Wiraraja. Wiraraja
menganjurkan supaya Raden Wijaya kembali ke Kediri, berpura- pura mengabdi
kepada Jayakatwang. Sebagai imbalan Jayakatwang menghadiahkan daerah hutan
Tarik kepada Raden Wijaya. Raden Wijaya bergabung dengan pasukan Kubilai Khan
dari Cina menyerang Jayakatwang. Pasukan Jayakatwang berhasil dikalahkan. Raden
Wijaya mengatur siasat untuk mengusir pasukan Cina. Diadakan pesta kemenangan
secara besar-besaran. Ketika tentara Cina terlena dalam kemabukan, anak buah
Raden Wijaya menyerang mereka. Banyak pasukan Cina terbunuh. Hanya sebagian
kecil yang berhasil melarikan diri kembali ke Cina. Raden Wijaya kemudian
menjadi raja pada tahun 1294, dengan gelar Kertarajasa Jayawardana. Raden Wijaya memerintah selama 16
tahun.
b. Jayanegara (1309-1328)
Raden Wijaya digantikan oleh puteranya, Kalagemet.
Kalagemet adalah putra Raden Wijaya dan putri Melayu, Dara Petak. Setelah
menjadi raja, Kalagemet bergelar Sri Jayanegara.
Pada saat Jayanegara menjadi raja, sering terjadi pemberontakan, antara lain
pemberontakan Ranggalawe, Sora, Nambi, dan Kuti.
Pemberontakan Kuti sangat berbahaya. Akibat pemberontakan
itu, Jayanegara melarikan diri ke Badander. Jayanegara dikawal oleh pasukan
Bayangkari yang dipimpin oleh Gajah Mada. Berkat pengawalan pasukan Bayangkari,
raja selamat dari pemberontakan Kuti. Berkat bantuan Gajah Mada, Jayanegara
dapat merebut kembali tahta Majapahit. Atas jasanya, Gajah Mada diangkat
menjadi Patih di Kahuripan. Dua tahun kemudian, Gajah Mada diangkat menjadi
patih di Daha.
c. Tribuwanatunggadewi (1328-1350)
Jayanegara memerintah sampai tahun 1328. Beliau wafat
tanpa meninggalkan putra. Seharusnya, Jayanegara digantikan oleh Rajapatni
(Gayatri). Namun, karena Rajapatni hidup membiara, pemerintahan diserahkan pada
putrinya, Sri Gitarja.
Ketika menjadi ratu, Sri Gitarja bergelar
Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani.
Pada masa itu terjadi pemberontakan Sadeng. Gajah Mada
diangkat menjadi pejabat perdana menteri (maha patih) Majapahit menggantikan
Arya Tadah yang sedang sakit. Gajah Mada ditugasi memimpin penumpasan
pemberontakan Sadeng. Gajah Mada berhasil melaksanakan tugas itu. Beliau
diangkat menjadi maha patih. Saat dilantik, Gajah Mada mengucapkan Sumpah
Palapa. Dalam sumpah itu tersirat cita-cita Gajah Mada mempersatukan Nusantara.
Adapun yang dimaksud dengan Nusantara ketika itu adalah Hasta Dwipa Nusantara (delapan pulau), yaitu Malaka,
Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara),
Maluku, dan Irian (Gurun).
Untuk mewujudkan cita-cita itu, Gajah Mada membangun
armada laut. Karena memiliki angkatan laut yang kuat, Kerajaan Majapahit
dikenal seba-gai kerajaan maritim. Pimpinan armada laut dipercayakan kepada
Empu Nala. Dengan armada yang kuat, Majapahit berhasil menaklukkan Dompo pada
tahun 1340 dan Bali pada tahun 1343.
d. Hayam Wuruk (1334-1389)
Rajapatni (Gayatri) wafat pada tahun 1350. Setelah ibundanya wafat, Ratu
Tribuwanatunggadewi menyerahkan tahta Majapahit kepada putranya, Hayam Wuruk. Ketika
naik tahta Hayam Wuruk baru berusia 16 tahun. Setelah naik tahta Hayam Wuruk
bergelar Sri Rajasanegara. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit
mengalami zaman keemasan. Hayam Wuruk didampingi oleh Patih Gajah Mada. Hayam
Wuruk menjadi raja Majapahit yang paling besar. Gajah Mada meneruskan
citacitanya. Satu per satu kerajaan di Nusantara dapat ditaklukkan di bawah
Majapahit. Wilayah kerajaannya meliputi hampir seluruh wilayah Nusantara
sekarang, ditambah Tumasik (Singapura) dan Semenanjung Melayu. Pada masa ini,
Majapahit menjalin hubungan dengan kerajaan- kerajaan di daerah daratan Asia
Tenggara seperti India, Muangthai, Kamboja, dan Cina. Dengan kemajuan hubungan
itu, perdagangan dan pelayaran kerajaan Majapahit semakin maju. Bandar-bandar Majapahit,
seperti Ujung Galuh, Tuban, Gresik, dan Pasuruan ramai dikunjungi oleh
pedagang-pedagang dari Cina, India, dan Persia.
Selain berkembang menjadi kerajaan maritim yang besar,
Majapahit juga menjadi kerajaan agraris yang maju. Hayam Wuruk membangun waduk
dan saluran irigasi untuk mengairi lahan pertanian. Beberapa jalan dan jembatan
penyeberangan juga dibangun untuk mempermudah lalu lintas antardaerah. Hasil
pertanian Majapahit antara lain beras, rempahrempah, kapas, sutera, dan
hasil-hasil perkebunan.
Hayam Wuruk juga memperhatikan kegiatan kebudayaan. Hal
ini terbukti dengan banyaknya candi yang didirikan dan kemajuan dalam bidang
sastra. Candi-candi peninggalan Majapahit, antara lain Candi Sawentar, Candi
Sumberjati, Candi Surawana, Candi Tikus, dan Candi Jabung. Karya sastra yang
terkenal pada masa Kerajaan Majapahit ialah Kitab Negarakertagama karangan Empu
Prapanca dan Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular. Dalam kitab Negarakertagama
terdapat istilah Pancasila.
Sedangkan di dalam Sutasoma terdapat istilah Bhinneka
Tunggal Ika.Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, terjadi Perang Bubat.
Perang Bubat terjadi antara Kerajaan Majapahit dan kerajaan Pajajaran. Hayam
Wuruk bermaksud mempersunting Diyah Pitaloka (Ciptaresmi), putri raja
Pajajaran. Pihak Majapahit mengirim utusan untuk melamar. Pihak Pajajaran dan
utusan tersebut membuat kesepakatan. Isinya raja Majapahit tidak melamar ke
istana Pajajaran, tetapi di perbatasan kedua kerajaan, yaitu di Desa Bubat.
Raja Pajajaran memimpin secara langsung rombongan putrinya ke Desa Bubat. Patih
Gajah Mada mempunyai rencana lain. Gajah Mada memkasa raja Pajajaran yang sudah
ada di Desa Bubat untuk mempersembahkan putrinya sebagai upeti kepada Raja
Hayam Wuruk. Permintaan itu ditolak oleh raja Pajajaran, sehingga terjadi
perang besar di Desa Bubat. Seluruh rombongan Kerajaan Pajajaran, termasuk raja
dan puterinya tewas. Hayam Wuruk tidak berkenan atas tindakan Gajah Mada. Sejak
peristiwa itu, hubungan keduanya renggang. Gajah Mada wafat pada tahun 1364 M.
Sedangkan Hayam Wuruk wafat padatahun 1389. Setelah dua tokoh ini wafat,
Majapahit mengalami kemunduran.
e. Kusumawardhani-Wirakramawardhana (1389-1429)
Sepeninggal Hayam Wuruk, terjadi perebutan kekuasaan di
Majapahit. Pengganti Hayam Wuruk adalah Kusumawardhani yang bersuamikan
Wirakramawardhana. Wirakramawardhanalah yang memimpin Majapahit tahun
1389-1429. Bhre Wirabumi (anak selir Hayam Wuruk) diberi kekuasaan di
Blambangan. Menurut Bhre Wirabumi, dirinya yang berhak menjadi raja di
Majapahit. Pada tahun 1401-1406 terjdi perang saudara di Paregreg. Bhre
Wirabumi terbunuh dalam perang itu. Tumbuhlah benih persengketaan
berlarut-larut di antara keturunan Hayam Wuruk. Pada tahun 1429
Wirakramawardana wafat. Wirakramawardana digantikan oleh Suhita. Suhita
digantikan oleh Bhre Tumapel Kertawijaya. Beliau hanya empat tahun memerintah.
Pengganti berikutnya adalah Bhre Pamotan yang bergelar Srirajasawardhana. Bhre
Pamotan memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit ke Kahuripan untuk
menghindari pertentangan keluarga. Bhre Pamotan wafat pada tahun 1453 dan tidak
ada penggantinya. Baru pada tahun 1456, muncul Bhre Wengker yang bergelar
Girindra Wardhana. Pertentangan keluarga kerajaan Majapahit terus berlanjut
sampai pemerintahan Ranawijaya. Pada tahun 1522, Majapahit dikuasai oleh Demak
6. Kerajaan Mataram Hindu:
Kerajaan mataram hindu di perintah oleh
seorang raja yang bijaksana yaitu raja sanna. Raja kerajaan mataram hindu yang terkenal adalah sanjaya. Kerajaan
mataram hindu meninggalkan sebuah prasasti yang di temukan di
daerah canggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar